Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu: Jangan Berkampanye di Tempat Ibadah

BANDUNG, fixindonesia.com– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung memberikan himbauan kepada siapapun yang mencalonkan diri di Pilkada serentak 2020, untuk tidak melakukan kampanye atau menyampaikan visi dan misi di tempat ibadah atau tempat pendidikan.

Hal itu juga dibahas dalam pertemuan Bawaslu Kabupaten Bandung dengan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bandung Asep Ismail Rabu (15/1/2020) kemarin.

“Pelarangan dalam tahapan kampanye sudah diatur pada pasal 69 huruf I Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, diantaranya adalah terkait dengan penggunaan tempat ibadah dan pendidikan yang dikenai larangan.” tulis laman resmi Bawaslu Kabupaten Bandung.

Seperti yang ditulis laman resmi Bawaslu Kabupaten Bandung, penggunaan tempat ibadah pada saat kampanye tentu menjadi salah satu objek yang dilarang. Hal ini dikarenakan tempat ibadah tersebut merupakan tempat berkumpul setiap orang, hal ini menjadi motif adanya kegiatan kampanye.

Baca juga:  Jadwal SIM Keliling di Bandung Raya Hari Ini

Kampanye merupakan wujud dari pendidikan politik kepada masyarakat namun, kampanye juga harus dilaksanakan dengan tanggung jawab. Artinya dalam setiap kegiatan kampanye baik melalui metode terbatas, pertemuan tatap muka, debat terbuka antarcalon hingga penyebaran bahan kampanye tidak boleh melanggar ketentuan yang diatur dalam undang-undang.

“Bawaslu tidak membatasi siapapun untuk berbuat baik, namun kita harus tahu arti dari kampanye, seperti mengajak untuk memilih, menyampaikan visi dan misi calon hingga penyebaran stiker (bahan kampanye) yang dilakukan di tempat ibadah, Masjid misalnya” Tutur Januar Solehudin.

TAG
Beri Tanggapan

You must be logged in to post a comment.

Baca juga