Ketika Sang Pusaka Prabu Membalut Rokok Elektrik

Ilustrasi didapatkan dari tokopedia.com

Ilustrasi didapatkan dari tokopedia.com

FIXINDONESIA, BANDUNG- Erat di pikiran warga Jawa Barat tentang dongeng perjuangan tatar sunda yang melegenda yaitu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. Selain dikenal adil dan bijaksana, Prabu Siliwangi juga memiliki ilmu supranatural (Kenuragan) dan benda pusaka yang menjadi peninggalannya.

Kisah Prabu Siliwangi dan peninggalannya banyak menginspirasi masyarakat Jawa Barat dalam menjalani hidupnya sehari-hari. Begitu juga produsen rokok elektrik khas lokal asal Bandung menciptakan desain vape yang ia namakan Pusaka Prabu.

“Nama Pusaka Prabu itu terinspirasi dari tatar Sunda, pusaka artinya senjata, Prabu itu raja. Pusaka Prabu ya artinya pusaka (senjata) raja,” kata Dafi, seorang tim desain dari Vapehitz, anak perusahaan produsen vape dan liquid bernama Juicenation Company, Jl. Palasari No. 20, Kota Bandung, Jumat, (7/12).

Senjata raja yang Dafi maksud ialah senjata tradisional khas Jawa Barat yakni Kujang. Dalam vape yang diproduksi perusahaannya terbalut desain kujang berwarna merah di tengah warna hitam yang mendominasi. Ini menjadikan vape ini benar-benar terlihat khas sentuhan tangan anak-anak Sunda.

Baca juga:  Pendaftaran SNMPTN Ditutup Hari Ini, Finalisasi Dulu atau Daftar KIP Dulu?

Tak hanya dari desainnya, Vapehitz juga memproduksi Mod Kit atau komponen vape yang tetap dinamakan Pusaka Prabu. Sehingga hadirlah satu paket vape yang benar-benar buatan anak negeri. Vape Pusaka Prabu ini telah didistribusikan melalui beberapa aplikasi jual-beli online. Satu paket vape ini dijual dengan harga sekitar Rp 600 ribuan.

Meski begitu, untuk bahan dasar vape yang tersebar di Indonesia masih impor dari luar negeri. Salah satu pemilik dari perusahaan Juicenation Company bernama Owen, menilai belum ada pabrik yang menciptakan bahan serupa dengan luar negeri.

“Di sini tuh hanya desain. Pesan vape yang masih plain (dasar) mah dari China. Kalau liquid, di sini sekadar bahan tambahan yang berupa khas lokalnya itu,” katanya. (Quadiliba Al-Farabi)

TAG
Beri Tanggapan

You must be logged in to post a comment.

Baca juga