Maraknya Bank Emok,  Stakeholder Dari Level Bawah Sampai Atas Harus Hadir

Sumber: Instagram Edi Rusyandi/@edirusyandi

BANDUNG, fixindonesia.com– Beberapa waktu lalu anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Edi Rusyandi, dikabarkan mendesak Bank Jabar dan Banten (BJB), untuk ikut serta memberikan solusi terkait maraknya bank emok di daerah Jawa Barat. Menurutnya selain pihak BJB yang harus bergerak juga, adalah pemerintah.

Pasalnya menurut Anggota Fraksi Partai Golkar itu, kondisinya sudah darurat dan meresahkan, maka harus melibatkan banyak stakeholder dari level bawah sampai atas. Menurutnya pemerintah beserta seluruh perangkatnya harus hadir.

“Jangan sampai masyarakat terus terusan menjadi korban. Ada yang mengakibatkan perceraian, bunuh diri, korbannya kabur-kaburan gara-gara bank emok,” jelasnya kepada fixindonesia Selasa (14/1/2020).

Dilevel akar rumput misalnya, kata Edi, pemerintah desa beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama memberikan kesadaran pada masyarakat terkait banyaknya madharat bank emok.  Semua elemen masyarakat secara kompak harus menolak keberadaan bank emok.

Baca juga:  Gerakan Nasi Bungkus Kini Hadir di Seluruh Daerah Jabar

Selain itu menurut Edi keberadaan Bumdes juga menjadi salah satu yang harus bergerak menanggulangi maraknya bank emok saat ini. Dengan memberikan fasilitas pinjaman yang mudah dan cepat serta bunga yang kecil, Bumdes menurutnya akan sangat berperan dalam penanggulangan masalah tersebut.

“Kemudian Bumdes nya juga dihidupkan. Salah satunya memberikan fasilitas pembiayaan atau fasilitas pinjaman yang mudah dan cepat dengan bunga yang kecil. Kemudian dialokasikan untuk kepentingan pemberdayaan usaha-usaha kaum ibu, yang mayoritas jadi korban bank emok,” tuturnya.

TAG
Beri Tanggapan

You must be logged in to post a comment.

Baca juga